JAKARTA - PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) memulai tahun 2026 dengan optimisme tinggi terhadap pertumbuhan bisnis ritel.
Meskipun kondisi ekonomi global dan geopolitik masih menimbulkan tantangan, perusahaan tetap yakin target penjualan dapat tercapai. Fokus utama ERAL adalah menjaga relevansi merek dan menyesuaikan strategi dengan tren konsumen yang terus berkembang.
Direktur Utama ERAL, Djohan Sutanto, menekankan bahwa pertumbuhan penjualan tetap menjadi prioritas utama. Perusahaan akan terus memantau kondisi makroekonomi dan tren konsumsi masyarakat agar langkah bisnis tetap tepat sasaran.
Optimisme ini tercermin dari rencana ekspansi dan pengembangan portofolio produk yang dijalankan sejak awal tahun.
ERAL melihat sektor ritel masih memiliki peluang signifikan, terutama dengan adaptasi tren belanja konsumen yang semakin hybrid. Pengembangan jaringan gerai baru menjadi salah satu fokus utama untuk memperluas jangkauan pasar. Selain itu, pembaruan produk dilakukan secara berkala agar tetap menarik di mata konsumen modern.
Kanal penjualan tetap mengandalkan ritel fisik sebagai sumber pendapatan utama. Namun, penguatan kanal digital menjadi perhatian penting di 2026 untuk menjangkau konsumen lebih luas. Perusahaan berencana meluncurkan kanal online khusus bagi merek-merek baru agar lebih mudah diakses oleh pelanggan.
Strategi omnichannel menjadi pilar utama untuk menghadirkan pengalaman belanja yang seamless. Konsumen dapat beralih antara kanal online dan offline dengan nyaman, sehingga fleksibilitas berbelanja meningkat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan loyalitas konsumen dan memperkuat posisi ERAL di pasar ritel.
Fokus Penjualan Ramadan-Lebaran
Kuartal pertama 2026 menjadi momen penting bagi ERAL, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran. Perusahaan memanfaatkan periode ini sebagai pendorong utama penjualan di segmen fesyen. Strategi yang diterapkan meliputi program harga, penawaran produk, dan aktivitas promosi yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Persiapan matang dilakukan untuk memaksimalkan potensi penjualan selama periode festive ini. Pendekatan kombinasi antara offline dan online menjadi strategi utama. Hal ini memastikan konsumen dapat mengakses produk dengan mudah dan mendapatkan pengalaman belanja yang memuaskan.
ERAL juga menekankan pentingnya inovasi produk dan layanan tambahan. Produk baru diharapkan dapat menarik segmen pasar lebih luas. Program promosi dan diskon diimplementasikan untuk meningkatkan penjualan selama momentum Ramadan-Lebaran.
Kinerja Keuangan Terkini
Hingga kuartal III-2025, ERAL mencatat pertumbuhan penjualan yang positif meski menghadapi tantangan penurunan daya beli masyarakat. Pendapatan tercatat naik 25,11% menjadi Rp 4,29 triliun dari Rp 3,43 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan adaptasi strategi penjualan dan ekspansi yang efektif.
Namun, laba bersih perusahaan mengalami penurunan 20,55% menjadi Rp 124,98 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan biaya operasional dan investasi untuk ekspansi bisnis. Manajemen tetap optimistis bahwa langkah strategis akan mendukung perbaikan margin ke depan.
Penggunaan belanja modal (capex) mencapai Rp 152,8 miliar hingga September 2025. Dana ini difokuskan untuk penambahan gerai dan pengembangan bisnis baru, termasuk proyek seperti Xpeng. Investasi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat pertumbuhan perusahaan.
Strategi Ekspansi dan Produk Baru
ERAL menekankan pentingnya inovasi produk untuk menjaga daya tarik di pasar. Pembaruan portofolio merek dan produk dilakukan secara berkala. Tujuannya agar konsumen selalu menemukan sesuatu yang relevan dan sesuai kebutuhan mereka.
Ekspansi gerai tetap menjadi prioritas utama, terutama di lokasi strategis yang memiliki potensi penjualan tinggi. Penambahan gerai baru membantu menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit dijangkau. Selain itu, ekspansi ini mendukung penguatan brand awareness dan loyalitas pelanggan.
Bisnis baru juga menjadi fokus pengembangan, termasuk peluncuran kanal online untuk merek-merek baru. Strategi ini memastikan ERAL tetap relevan dengan tren digital dan meningkatkan aksesibilitas produk. Pendekatan ini menjadi salah satu kunci untuk menghadapi persaingan ketat di industri ritel.
Kanal Digital dan Omnichannel
ERAL melihat penguatan kanal digital sebagai bagian penting dari strategi pertumbuhan. Konsumen kini mengharapkan pengalaman belanja yang mudah dan fleksibel. Oleh karena itu, pengembangan platform online untuk produk baru menjadi prioritas.
Omnichannel diterapkan untuk memadukan pengalaman belanja online dan offline. Konsumen dapat berbelanja di toko fisik dan melanjutkan transaksi melalui kanal digital dengan mudah. Hal ini diharapkan meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pelanggan secara keseluruhan.
Strategi omnichannel juga membantu perusahaan mengumpulkan data perilaku konsumen. Informasi ini digunakan untuk menyesuaikan penawaran produk dan promosi lebih efektif. Pendekatan ini memperkuat hubungan dengan pelanggan dan mendorong pertumbuhan penjualan.
Outlook dan Prospek 2026
ERAL optimistis pertumbuhan bisnis ritel tetap positif sepanjang 2026. Fokus pada ekspansi gerai, inovasi produk, dan kanal digital diharapkan mendorong pencapaian target perusahaan. Momentum Ramadan-Lebaran menjadi salah satu peluang strategis untuk meningkatkan penjualan.
Manajemen menekankan pentingnya adaptasi terhadap tren konsumsi dan kondisi makroekonomi. Strategi jangka panjang yang terencana dengan baik akan membantu ERAL mempertahankan posisi di pasar. Kombinasi antara produk berkualitas, layanan omnichannel, dan inovasi menjadi kunci kesuksesan.
Dengan langkah strategis yang matang, ERAL siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di tahun 2026. Penguatan kanal digital, ekspansi gerai, dan inovasi produk menjadi fokus utama. Optimisme perusahaan mencerminkan kesiapan menghadapi persaingan di industri ritel yang dinamis.