Bulog Siap Ekspor Beras Premium 2026 Usai Swasembada Nasional Tercapai

Senin, 12 Januari 2026 | 10:52:05 WIB
Bulog Siap Ekspor Beras Premium 2026 Usai Swasembada Nasional Tercapai

JAKARTA - Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras membuka peluang baru dalam peta pangan nasional. Tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri, pemerintah kini mulai melangkah lebih jauh dengan menyiapkan agenda ekspor beras ke pasar internasional. 

Perum Bulog menjadi garda terdepan dalam rencana tersebut dengan memastikan kesiapan stok dan kualitas beras yang akan dilepas ke luar negeri pada 2026.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa perseroan telah menyiapkan cadangan beras premium sebesar 1 juta ton khusus untuk kebutuhan ekspor. Langkah ini dilakukan setelah produksi nasional dinilai stabil dan swasembada pangan, khususnya beras, berhasil dicapai.

“Bulog sudah menyiapkan 1 juta ton sesuai dengan arahan Bapak Mentan (Menteri Pertanian) selaku Kepala Bapanas (Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman), kami (melakukan) stok 1 juta ton untuk ekspor nanti itu dengan kualitas premium,” kata Rizal ditemui di sela Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta.

Ekspor Beras Jadi Agenda Strategis Bulog

Rizal menjelaskan, rencana ekspor beras premium tersebut menjadi salah satu agenda utama yang dibahas secara intensif dalam rapat kerja internal Bulog yang digelar pada 11–12 Januari. Pembahasan difokuskan pada pematangan strategi pelaksanaan ekspor agar berjalan terukur dan sesuai kebijakan nasional.

“Direncanakan ekspor 1 juta ton beras. Ini yang kami diskusikan juga hari ini sampai dengan besok,” ujarnya.

Menurut Rizal, langkah ekspor ini tidak dilakukan secara terburu-buru. Bulog memastikan seluruh perencanaan tetap berada dalam koridor kebijakan pemerintah yang mengutamakan ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan domestik tetap menjadi prioritas utama sebelum ekspor direalisasikan.

Pasokan Domestik Tetap Aman

Menanggapi kekhawatiran publik terkait potensi gangguan pasokan dalam negeri, Rizal menegaskan bahwa rencana ekspor tidak akan mengganggu ketersediaan beras nasional. Hal tersebut ditopang oleh stok beras Bulog yang saat ini mencapai sekitar 3,25 juta ton.

Ia menuturkan, kebijakan ekspor akan dijalankan secara hati-hati dan diselaraskan dengan komitmen pemerintah menjaga stabilitas pangan, sejalan dengan target berlanjutnya swasembada pangan pada tahun-tahun mendatang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan kondisi stok yang kuat, Rizal berharap kesiapan ekspor ini dapat memperkuat peran Bulog sebagai instrumen negara dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan, sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia di pasar pangan global.

“Kesiapan ekspor ini diharapkan dapat memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia sebagai negara swasembada yang mampu memasok pangan ke luar negeri secara konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sinyal Ekspor dari Menteri Pertanian

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga telah menyampaikan optimisme bahwa Indonesia hampir pasti siap melakukan ekspor beras setelah swasembada tercapai dan penyerapan hasil produksi petani oleh Bulog dipastikan aman.

“Beras kalau bisa... izin Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang penting Bulog, izinnya dan serapannya tiga bulan ke depan, sama saja 2025, aku tidak minta lebih, itu ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini,” kata Amran pada Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo di Karawang, Jawa Barat.

Amran menegaskan bahwa ekspor beras akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia. Setelah bertahun-tahun bergantung pada impor, stabilitas pasokan nasional kini memungkinkan Indonesia tampil sebagai negara pengekspor beras, didukung keberhasilan pengelolaan cadangan pangan strategis dan peningkatan produksi petani dalam negeri.

Stok Nasional Melonjak Tajam Awal 2026

Di sisi lain, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa Indonesia telah resmi mencapai swasembada beras. Hal ini ditandai dengan lonjakan stok beras nasional pada awal 2026 yang mencapai 12,529 juta ton.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyebutkan bahwa angka tersebut sudah termasuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog, yakni lebih dari 3,2 juta ton.

Selain CBP, stok beras nasional juga tersebar di berbagai lini, mulai dari rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan padi, pedagang, hingga sektor horeka (hotel, restoran, dan katering). Sebaran stok ini mencerminkan kuatnya rantai pasok dan daya dukung produksi domestik.

Kenaikan Stok Capai 203 Persen dalam Dua Tahun

Astawa menjelaskan, stok awal tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Dibandingkan stok awal 2024 yang berada di angka 4,134 juta ton, stok awal 2026 melonjak hingga 203,05 persen.

Sementara itu, dibandingkan stok awal 2025 yang tercatat sebesar 8,402 juta ton, stok awal 2026 juga meningkat sebesar 49,12 persen. Lonjakan ini menjadi indikator kuat keberhasilan kebijakan pangan nasional dan peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Dengan stok beras sebesar 12,529 juta ton di awal tahun 2026, ketersediaan beras nasional diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi hampir lima bulan ke depan. Proyeksi tersebut sejalan dengan asumsi kebutuhan konsumsi beras bulanan nasional yang berada di kisaran 2,591 juta ton.

Capaian ini sekaligus memperkuat dasar kebijakan ekspor beras yang dirancang pemerintah dan Bulog, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan peluang pasar global.

Terkini